Seri Feminisme: Bagian I ‘Feminisme Liberal’

Saya sedang membaca buku ‘Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminisme’, karya Rose Putnam Tong. Beberapa tulisan ke depan sepertinya akan berhubungan dengan sejarah feminisme dan aliran-aliran pemikiran dalam gerakan feminisme.

Pemikiran bahwa feminisme hanya merupakan gerakan tunggal is so over.  Setiap orang yang mengaku feminis harus memiliki posisi, dan kemudian dengan posisinya mau tidak mau dikelompokkan dalam sebuah aliran pemikiran feminis.  Seorang feminis dikelompokkan berdasarkan apa yang dia anggap merupakan penyebab inferior-nya (lebih rendah) posisi perempuan dalam masyarakat dan kemudian cara apa yang dia anggap sesuai untuk memecahkan masalah ini.

FEMINISME LIBERAL : Where it all started

Pemikiran feminisme paling awal berhubungan erat dengan liberalisme, berkembang di tengah masa Renaissance, dan karenanya ditunjang oleh adanya pemujaan terhadap nalar. Nalar, yang dengan berani dinyatakan oleh Mary Wollstonecraft (1759-1799) dimiliki baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Wollstonecraft hidup pada abad ke-18, di mana keyakinan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki potensi yang sama, nalar yang sama adalah sesuatu yang tidak terpikirkan. Wollstonecraft adalah pemikir yang baru dan controversial, dalam keyakinannya bahwa perempun, jika diberi akses pada pendidikan yang sama dengan laki-laki pun pasti bisa mencapai hal-hal yang dicapai oleh laki-laki.

Pada abad ke-19, pemikir yang terkemuka dalam pemikiran feminisme adalah John Stuart Mill dan Harriet Taylor Mill. Dua pemikir ini bekerja bersama dan memiliki hubungan yang dekat baik secara professional dan personal, namun dalam karya mereka kemudian tampak berbagai perbedaan yang signifikan. Keduanya sepakat bahwa pendidikan dan hak memilih merupakan hal yang penting bagi perempuan, karena keyakinan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki potensi yang sama.

Rumah tangga merupakan isu lain yang turut diangkat oleh kedua pemikir ini. Keduanya percaya bahwa hak untuk bercerai penting untuk diberikan kepada perempuan, namun kemudian berbeda pendapat tentang keadaan anak pasca-perceraian. Menurut Harriet Taylor Mill , perempuan secara alami memiliki ikatan dengan anak-anaknya, karenanya sudah tentu perempuan-lah yang perlu diberi hak pengasuhan. J.S. Mill berpendapat lain; menurutnya bahkan setelah perceraian baik ayah maupun ibu perlu tetap bertahan dalam komunitas yang sama – agar anak tetap merasakan kehadiran ayah dan ibu.

Isu lain yang sama penting dalam perdebatan mereka adalah pembicaraan tentang peran laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga. Menurut J.S. Mill, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan memberikan perempuan hak pilih maupun pendidikan, karena secara alami perempuan akan memilih untuk bertahan di ruang publik. Harriet Mill berpendapat bahwa perempuan harus berusaha agar setara dengan suaminya dalam rumah tangga. Kesetaraan ini dapat dicapai jika perempuan pun memiliki pekerjaan. Harriet Mill kemudian mengakui bahwa dengan demikian perempuan akan memerlukan ‘bantuan’ dalam mengerjakan tugas rumah tangganya.

Apa yang diungkapkan dalam kalimat terakhir ini akan menjadi bagian dari perdebatan feminis hingga abad ke-20. Dan juga pada tahap berikutnya akan menebalkan tuduhan bahwa feminisme liberal adalah feminisme yang hanya memperjuangkan masalah perempuan kulit putih kelas menengah ke atas (siapa lagi yang bisa membayar tenaga pekerja rumah tangga kecuali orang kaya?). Pada abad ke-19 perdebatan ini mulai menjadi penting dengan bangkitnya feminisme di Amerika Serikat. Agar teks ini pendek, perjuangan feminisme di AS akan saya beri blog post sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s